TEORI BELAJAR [PSIKOLOGI-pendidikan]

Posted Maret 27, 2008 by harierdesign
Categories: KULIAHku

PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

  1. Menurut UU Sisdiknas, pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik  melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di maa yang akan datang
  2. cabang psikologi yang menerapkan prinsip-prinsip psikologi pada dunia pendidikan (glover & bruning, 1990)
  3. distinct from other branches of psychology because it has the understanding and improvement of education as its primary goal (wittrock, 1992)
  4. the discipline concerned with teaching and learning processes, applies the methods and theories of psychology
  5. studi tentang aktivitas individu-individu (dalam arti tingkah laku yang tampak dan aktivitas serta pengalaman batin) dalam proses pendidikan dengan anak didik sebagai pusatnya (suryabrata, 1998)
  6. sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang prilaku manusia untuk usaha-usaha pendidikan, dengan ruang lingkup: context of teaching and learning, process of teaching and learning, and outcomes of teaching and learning (tardif, 1987)
  7. sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu melaksanakan tugas sebagai seorang guru dalam proses belajar mengajar secara lebig efektif (barlow, 1985)

PERBEDAAN PENDIDIKAN &PENGAJARAN

  • Pengajaran (ta’lim) yang diharapkan adalah perubahan berfikir dari tidak tahu menjadi tahu atau hanya merupakan perpindahan ilmu. sarananya adalah teknik komunikasi atau pengajaran.
  • Pendidikan yang diharapkan adalah perubahan secara menyeluruh (kaffah) dalam hal akhlak, keyakinan, perasaan, dan pemikiran. sarananya adalah keteladanan, kondisi lingkungan, nasehat, dan kontrol.

TEORI BELAJAR

  • Learning is relatively permanent change in behaviour due to experience
  • Learning is relatively permanent change in mental associations due to experience

ragam-faktor-dan-unsur-unsurnya.doc

AKU adalah AKU

Posted Maret 19, 2008 by harierdesign
Categories: keAKUanku

aku bukanlah makhluk yang besar,
bukan air yang segar,
bukan akar dan bukan bahar,,

aku bukanlah karang yang tegar,
bukan sang merah putih yang berkibar,,

aku juga bukan api yang berkobar,
bukan petir yang menggelegar,
bukan pula sekelompok orang2 pintar,,

aku bukanlah pujangga yang selalu benar,
aku bukan sebuah nada2 yang terdengar hambar,
bukan pula suara yang bingar,
bukan suatu karya yang sangar,,

aku bukan sosok pribadi yang kekar,
bukan seorang algojo yang selalu kasar,
bukan secerca sinar dan bukan secuil pijar,
bukan lidah yang bergetar,
bukan pula angin yang mampu membuat kapal2 berlayar,,

aku bukanlah bola yang bulat dan bundar,
bukan ote-ote dan dadar,
bukan bagong apalagi semar,

aku bukanlah semak belukar,
bukan abu yang terbakar,,
bukan pula kumpulan sajak2 anyar,

tapi AKU adalah AKU

MALAIKATKU

Posted Maret 19, 2008 by harierdesign
Categories: KOGNITIFku

ss1.jpg

SUATU KETIKA…
SEORANG BAYI SIAP UNTUK DILAHIRKAN
KE DUNIA,

MENJELANG DITURUNKAN DI DUNIA
IA BERTANYA KEPADA TUHAN,
“PARA MALAIKAT DI SINI MENGATAKAN BAHWA
ENGKAU AKAN MENGIRIMKU KE DUNIA,
TETAPI…
BAGAIMANA CARA SAYA HIDUP DISANA?
SAYA BEGITU LEMAH DAN KECIL.”
KATA SI BAYI.

TUHAN PUN MENJAWAB,
“AKU TELAH MEMILIH SATU MALAIKAT
UNTUKMU,
IA AKAN MENJAGA DAN MENGASIHIMU.”

“TAPI DI SURGA
APA YANG SAYA LAKUKAN HANYALAH
BERNYANYI DAN TERTAWA,
INI CUKUP BAGI SAYA
UNTUK BAHAGIA.”
DEMIKIAN KATA BAYI.

TUHAN PUN LANGSUNG MENJAWAB,
“MALAIKATMU AKAN BERNYANYI
DAN TERSENYUM UNTUKMU
SETIAP HARI,
DAN KAMU AKAN MERASAKAN
KEHANGATAN CINTANYA.”

SI BAYI PUN BERTANYA KEMBALI,
“DAN…
APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN
SAAT SAYA INGIN BERBICARA
PADAMU?”

SEKALI LAGI TUHAN MENJAWAB,
“MALAIKATMU AKAN MENGAJARKAN
BAGAIMANA KAMU BERDO’A.”

SI BAYI PUN MASIH BELUM PUAS,
IA PUN BERTANYA LAGI,
“SAYA MENDENGAR
BAHWA DI BUMI
BANYAK ORANG JAHAT,
SIAPA YANG AKAN MELINDUNGI SAYA?”

DENGAN PENUH KESABARAN
TUHAN PUN MENJAWAB,
“MALAIKATMU AKAN MELINDUNGIMU
DENGAN TARUHAN JIWA
DAN NYAWANYA SEKALIPUN”

SI BAYI PUN TETAP BELUM PUAS
DAN MELANJUTKAN PERTANYAANNYA,
“TAPI SAYA AKAN BERSEDIH
KARENA TIDAK MELIHAT ENGKAU LAGI”

DAN TUHAN PUN MENJAWAB,
“MALAIKATMU AKAN MENCERITAKAN
KEPADAMU TENTANGKU
DAN AKAN MENGAJARIMU
BAGAIMANA AGAR KAMU BISA KEMBALI
PADAKU
WALAUPUN SESUNGGUHNYA
AKU SELALU BERADA DI SISIMU”

SAAT ITU SURGA BEGITU TENANGNYA
SEHINGGA SUARA DARI BUMI
DAPAT TERDENGAR

DAN SANG ANAK
DENGAN SUARA LIRIH BERTANYA,
“TUHAN…
JIKA SAYA HARUS PERGI SEKARANG,
BISAKAH ENGKAU MEMBERI TAHU
SIAPA NAMA MALAIKAT DI RUMAHKU NANTI?”

TUHAN PUN MENJAWAB,
“KAMU DAPAT MEMANGGIL MALAIKATMU
IBU…
KENANGLAH IBU YANG MENYAYANGIMU,
UNTUK IBU YANG SELALU MENETESKAN
AIR MATA KETIKA KAU PERGI

INGATKAH ENGKAU…
KETIKA IBUMU RELA TIDUR
TANPA SELIMUT
DEMI MELIHATMU TIDUR NYENYAK
DENGAN DUA SELIMUT MEMBALUT TUBUHMU,

INGATKAH ENGKAU…
KETIKA JEMARI IBU MENGUSAP KEPALAMU

DAN INGATKAH ENGKAU…
KETIKA AIR MATA MENETES
DARI AIR MATA IBUMU,
KETIKA IA MELIHATMU TERBARING SAKIT?

SESEKALI JENGUKLAH IBUMU
YANG SELALU MENANTIKAN KEPULANGANMU
DI RUMAH TEMPAT ENGKAU DILAHIRKAN

KEMBALILAH MEMOHON MAAF
KEPADA IBUMU
YANG SELALU RINDUKAN SENYUMMU,

JANGAN BIARKAN
ENGKAU KEHILANGAN
SAAT SAAT YANG AKAN KAU RINDUKAN
DI MASA DATANG.

KETIKA IBU TELAH TIADA…

TAK ADA LAGI YANG BERDIRI DI DEPAN PINTU
MENYAMBUT KITA,

DAN TAK ADA LAGI
SENYUMAN INDAH TANDA BAHAGIA,

YANG ADA HANYA KAMAR YANG KOSONG
TIADA PENGHUNINYA…

YANG ADA HANYA BAJU YANG DIGANTUNG
DI LEMARI KAMARNYA…

TAK ADA LAGI…
DAN TAK AKAN ADA LAGI
YANG MENETESKAN AIR MATA
MENDO’AKANMU
DISETIAP HEMBUSAN NAFASNYA,

KEMBALILAH SEGERA…
PELUKLAH IBU…
YANG SELALU MENYAYANGIMU…
CIUMLAH KAKI IBU…
YANG SELALU MERINDUKANMU…
DAN BERIKANLAH
YANG TERBAIK DI AKHIR HAYATNYA
KENANGLAH
SEMUA CINTA DAN KASIH SAYANGNYA…